Gamabr
Rabu, 11 April 2018
Isnin, 4 Disember 2017
thank you MOM and DAD for giving the word to me
tiada yang inda di dunia ini melainkan dapat memluk ibu dan ayah kita
terima kasih ibu dan ayah untuk semuanya
Selasa, 28 November 2017
hargai la dia
satu masa kita akan ingat orang yang selalu buat kita ketawa
dan pada masa itu tampa kita sedar air mata kita jatuh..
hargai la orang yang selalu ada di samping mu kawan
Ahad, 12 November 2017
2017 bercuti di vietnam long bay
ini la kami di vietnam
So anda-anda semua jang lupa pergi ke vietnam
duit malaysia boleh guna kt sana
4hari 3malam je kami g..
banyk tempat-tempat yg cantik kt sana..
tp sush nk cari maknan halal kt sana..
Isnin, 8 Jun 2015
Aku dan dia
Ini hanyalah sebuah Tulisan cerita kisah cinta nyata, tentang aku dan dia.
Pagi hari itu aku berjalan dengan riang ke kampus, entah apa yang ku lamunkan ketika menyebrang hampir saja aku tertabrak motor.
“ Tiiinnnn…”Bunyi klakson motor begitu nyaring, aku pun mundur seketika. Perasaan tak enak hadir di batin ku. Tapi ku abaikan begitu saja. Dijalan ku lihat handphone tak ada sms darinya, mungkin ia belum bangun.
Sesampainya di kampus, aku masuk ke kelas. sebuah sms masuk kuterima, sms darinya.
“ aku mau hubungan kita berakhir”Isi sms darinya. Bagai petir sms itu menyambar relung hati ini yang paling dalam. Aku tak terima, aku berusaha berunding, aku mengajaknya bertemu di sebuah tempat saksi pertama kali dia menyatakan perasaannya padaku, entah mengapa aku mengajaknya bertemu disana. Di perjalanan aku masih berharap ini mimpi. Aku berharap dia hanya bercanda. Aku pertanyakan apa salah ku?
“ Aku mau hubungan kita berakhir disini, mama aku gak setuju hubungan kita, aku lama-lama makin sadar aku gak mencintai kamu, perasaan aku berubah, aku sayang kamu bukan sebagai kekasih. Aku minta maaf” Ucapnya tak menatapku. Airmata ini menetes tanpa permisi.
“ kenapa?”Hanya itu yang terucap dari mulutku. Ku lihat ia menahan airmatanya, matanya memerah. Aku berdebat dengannya, tapi ia tak kunjung merubah keputusannya.
“ aku bukan yang terbaik buat kamu”Ucapnya.
“ alasan klise”Batin ku. Baru saja kemarin ia membelikan ku kalung, tertawa bersama ku, baru kemarin aku mengecup pipinya. Baru kemarin ia masih menggandeng ku mesra. Tapi kini? Ia berubah 180 derajat. Aku tak dapat berkata apapun lagi. Aku melepaskan cincin dan kalung dan aku berikan di tangannya.
“ Ambil ini, aku kembalikan”ucap ku sambil menahan tangisku, aku pun pergi meninggalkannya. dia mengejarku.
“ PLAAAKK”Sebuah tamparan ku daratkan ke pipinya, 5 tahun aku tak pernah menamparnya. Kini tangan ini tak dapat dikendalikan. Dia terdiam. Aku pun pergi, halte busway jadi tempat keterpurukkan ku. Ia tak mengejarku lagi, ia tak mencegahku. Ia tak menahan ku. Ya kini semua telah berakhir.
Aku tak bisa pulang dalam kondisi begini, ku lihat jam masih jam 10 pagi. Aku masih ada kuliah sampai malam, ku putuskan balik ke kampus. Aku duduk menunggu busway, otakku kosong tak dapat berpikir. Aku menelepon sahabat pria yang baru 3 minggu ku kenal di kampus, kakak seniorku. Entah mengapa, aku meneleponnya, aku butuh teman bicara.
“ Hallo,…”Ucapku bergetar.
“ Hallo, hei kenapa?..”Ucapnya.
“ dimana? Ada kuliah gak? Bisa gak ketemu dikampus?”Ucapku makin bergetar.
“ oke, tunggu disana ya.. gue siap-siap”Ucapnya, ia tak bertanya apapun, ia langsung menyetujui permohonanku. Lama aku menunggunya sekitar 1 jam, aku hanya bisa duduk menunggu di dalam halte busway depan kampus ku. Aku pun bolos pelajaran, entah mengapa kaki ku tak bisa digerakkan. Kulihat jam 11 siang, di jam tanganku. Aku pun akhirnya mengirim sms pada kakak senior ku itu.
“ Maaf ya kalau gue ngerepotin, gue baru aja diputusin. Gue gak tau harus cerita ke siapa, gue bener-bener butuh temen ngobrol”is isms ku. Ia tak membalas.
Namun tak lama Dia pun akhirnya datang, ia duduk disebelahku.
“ hei… kenapa? Oh ya, maaf pulsa gue belum isi”Ucap nya sambil tersenyum.
“ gak apa-apa”Ucapku. Kami pun berjalan ke kampus, entah mengapa tubuh ku mulai gemetar. Aku menggandeng lengannya.
“ Maaf, gue takut jatoh. Boleh kan?”Ucap ku. Ia hanya tersenyum.
“ ya gak apa-apa kok”Ucapnya. Kami berjalan masuk kampus, perpustakaan menjadi tujuan kami. Kami pun akhirnya duduk naik ke lantai 4 perpustakaan kami, kami duduk di pojok perpustakaan.
“ Jadi tadi itu…”Aku mulai menangis sambil menceritakan kejadian hari ini padanya, ia mendengarkan ku. Ya ia pendengar yang baik. Ia cukup dewasa, untuk memberiku nasehat-nasehat. Ia tak sekalipun menjelek-jelekan pacarku, ia tak mengompori ku untuk membenci. Ia memang bijaksana dalam berpikir aku bisa tau dari setiap kata-kata yang terucap dari mulutnya. Aku pun akhirnya bisa sedikit tenang, tak ku rasa sudah 2 jam lebih aku menyuruhnya mendengarkan semua keluh kesahku.
“ udah makan blum?”Ucapnya. Aku menggeleng.
“ ayo, gue temenin makan. Lo harus makan”Ucapnya. Dia pun menemani ku makan di kantin, kantin yang luas pasti bertemu dengan teman-teman pastinya. Aku semakin terdiam, tapi dia menguatkan ku. Dia mengantarku ke gedung sebelah, walau kelasnya ada di gedung yang berlainan dari kelasku sekarang. Aku dan dia duduk, kami terdiam. Aku mulai melamun lagi.
“ dia biasanya mengelus rambut gue..”Ucapku sambil menundukkan kepala di meja. Tiba-tiba dia mengelus lembut rambut ini.
“ kaya gimana? Kaya gini?”Ucapnya sambil mengelus-ngelus rambutku persis seperti yang di lakukan kekasih ku dulu. Aku pun menatapnya kini. Dia beralih menarik pelan rambutku.
“ Atau begini?”Ucap nya sambil tertawa kecil dan tersenyum.
“ iiihhhh kok lo jahat sih”Ucapku sambil menangis, tapi kemudian aku tertawa kecil. Entah mengapa, Aku bisa bertemu orang sebaik ini. jika tak ada dia, mungkin aku benar-benar terpuruk, walau sekarang pun aku terpuruk ke jurang paling dasar. Tapi setidaknya, ada yang masih dapat meraih tanganku dan mencoba menarik ku ke atas kembali. Malam itu aku kembali ke rumah, aku berusaha tegar. Aku mengambil mp4 yang masih kupinjam dari seseorang yang dulu pernah mengisi hari-hari ku itu. Lagu agnes monica-karena ku sanggup menjadi lagu yang ku anggap cocok untuk keadaanku sekarang. Aku pun masuk ke kamar mandi, ku buka keran air sampai habis. Aku menyenderkan tubuhku di balik pintu kamar mandi itu. Lagu terus mengalun, aku tak bisa menahannya lagi. Masih dengan pakaian lengkap, aku terduduk di lantai kamar mandi. Tangis ku mulai terdengar, dari kecil tak bersuara sampai akhirnya aku mengeluarkan suara juga. sakit.. ya hati ini sakit sekali. Kenapa? Kenapa harus terjadi? Apa salah ku? Kenapa dia berubah begitu cepat? Sekejap mata? Air yang telah penuh di bak mandi tak ku hiraukan, aku masih menangis dan memukul-mukul dengkul ku. Aku benar-benar histeris. Aku berteriak tanpa suara, karena aku tak ingin ada yang mendengar. aku mencintainya, tapi mengapa? Mengapa ia tega padaku? Haruskah ia berubah? Tapi kenapa? Atas semua yang telah kami lalui? Atas semua halangan yang sudah kami lewati? Haruskah berakhir begini? Kenapa?
Biar aku sentuh mu, Brikanku rasa itu
Peluk mu yang dulu pernah buat ku
Ku tak bisa paksa mu, Tuk tinggal disisiku
Walau kau yang Selalu sakiti aku dengan
Perbuatanmu
Namun sudah kau pergilah, Jangan kau sesali
Karna ku sanggup Walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu, Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku, oh.. kalau memang harus begitu.
Tak yakin ku kan mampu, Hapus rasa sakitku
Ku slalu perjuangkan cinta kita namun Apa salahku??
Hingga ku tak layak dapatkan, kesungguhanmu
Karena ku sanggup walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu, Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku, oh.. kalau memang harus begitu.
“ apa kamu yakin dengan keputusan yang kamu ambil, apa kamu gak menyesal??” Ucap ku padanya.
“ Aku pasti menyesal, tapi ini yang terbaik buat kamu” Ucapnya menatap ku. Aku hanya terdiam menatapnya. Inilah akhir, akhir dari kisah yang sudah tak mungkin terukir kembali. It’s Over!
“ aku gak akan pernah kembali padamu, sampai kapanpun juga”Batinku, aku pun bersiap menghadapi masa depan ku yang baru, lembaranku yang baru, cinta ku yang baru. Aku yakin, aku pasti bisa.
“ terima kasih untuk semua kenangan indah yang pernah kamu berikan, terakhir kalinya saat aku menulis cerita ini, aku ingin bilang Aku mencintai kamu. Aku menerima keputusan kamu, aku yakin kamu ambil jalan ini untuk kebaikan kita bersama. Tapi apapun alasannya, benar atau tidaknya, alasan yang kamu berikan. Aku gak akan pernah bisa kembali lagi ke sisimu, pintu hati ini sudah terlanjur kau sakiti, selamat tinggal. Ya selamat tinggal cinta, dan aku menunggu cinta yang baru. Aku yakin aku suatu saat nanti aku akan bisa berkata lagi “ Selamat Datang Cinta” Walau pada orang yang berbeda.”
-the end –
Langgan:
Ulasan (Atom)


















